Warga Ternate Panik Berlarian saat Air Laut Mendadak Surut Imbas Gempa

20 hours ago 11

Ternate, CNN Indonesia --

Warga Kota Ternate, Kecamatan Pulau Batang Dua, Provinsi Maluku Utara panik dan berlarian ke pegunungan setelah air laut tiba-tiba surut imbas gempa Magnitudo 7,6 yang terjadi di wilayah laut Bitung, Sulawesi Utara, Kamis (2/4) pagi.

Sekretaris Daerah Pemkot Ternate, Rizal Marsaoly mengatakan air laut sempat surut dan memicu kepanikan warga. Mereka langsung berlarian ke daratan yang lebih tinggi karena khawatir tsunami.

Saat ini, kata dia, sebagian besar warga sementara mengungsi dan membangun tenda di pegunungan. Mereka masih bertahan dan belum memutuskan turun ke rumah setelah BMKG sempat mengeluarkan peringatan tsunami.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat ini warga masih berlindung di gunung karena adanya fenomena air surut yang menimbulkan kekhawatiran akan potensi tsunami," ujar Rizal melalui keterangan tertulis, Kamis (2/4).

Rizal mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate saat ini masih fokus pada proses evakuasi dan penanganan darurat di wilayah terdampak dan menunggu pemulihan jaringan komunikasi untuk memperbarui data kerusakan secara komprehensif.

Sementara itu, Kepala Kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate Robyanto Koloca mengatakan berdasarkan data sementara yang terhimpun dari petugas di lapangan berjumlah total sebanyak lima bangunan rumah ibadah mengalami kerusakan. Rinciannya, dua bangunan gereja rusak parah dan tiga gereja rusak ringan.

Gereja yang terdampak kerusakan parah adalah Gereja Kalvari Pentakosta Misi Indonesia di Kelurahan Lelewi.

"Berdasarkan selembaran kerusakan pada fasilitas ibadah yakni dua gereja rusak berat dan tiga gereja rusak ringan,"ucapnya.

Sementara untuk bangunan rumah pendudukan dilaporkan sejumlah mengalami kerusakan. Sejauh ini, kata dia pihaknya belum merampungkan data terkait berapa jumlah rumah penduduk yang rusak akibat masih terkendala komunikasi.

"Jaringan di kota Ternate masih terganggu, kami masih menunggu data dari lapangan," ucapnya.

Ia juga mengatakan warga masih mengungsi dan bertahan di kamp pengungsian sambil memantau informasi pasti dari BMKG terkait peringatan tsunami di beberapa wilayah di Ternate.

Gempa bumi magnitudo 7,6 yang terjadi di wilayah laut Bitung, Sulawesi Utara, pada Kamis (2/4), menimbulkan tsunami kecil di dua lokasi.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyebut tsunami terdeteksi terjadi di wilayah Halmahera Barat dengan ketinggian 0,3 meter pada pukul 06:08 WIB dan wilayah Bitung setinggi 0,2 meter pada pukul 06:15 WIB.

"Meskipun relatif kecil, kondisi ini tetap memerlukan kewaspadaan karena potensi gelombang susulan masih dapat terjadi,"ucapnya. 

(sai/gil)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Asia Sport| Info Olahraga | Daily News | |