Jusuf Kalla: Polemik Kasus Ijazah Jokowi Meresahkan Masyarakat

10 hours ago 7

Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) menyatakan polemik kasus ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) telah meresahkan masyarakat dan merugikan banyak pihak termasuk dirinya.

JK terseret kasus tersebut usai narasi di sejumlah platform digital menyebut adanya pemberian uang Rp5 miliar dari JK kepada Roy Suryo cs untuk memperkarakan ijazah Jokowi. Dalam narasi itu Rismon Hasiolan Sianipar yang mengaku melihat langsung pemberian uang tersebut.

"Meresahkan masyarakat, merugikan waktu, merugikan Pak Jokowi, merugikan semua, puluhan miliar uang habis untuk apakah itu pengacara, apakah itu seperti saya ini, waktu saya hilang, dilibatkan," ujar JK usai melaporkan Rismon Hasiholan Sianipar dan 4 akun YouTube ke Bareskrim Polri, Rabu (8/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

JK mengingatkan debat kusir yang terus muncul di media massa soal ini hanya akan terus memicu polarisasi di masyarakat.

"Waktu kita habis, biaya ongkosnya mahal, dan terjadi perpecahan di masyarakat. Pro kontra kan perpecahan, mati-matian di TV. Itu sifat nasional kita terganggu dengan cara itu," katanya.

JK turun gunung langsung melakukan pelaporan tersebut dengan mendatangi Bareskrim Polri. Langkah hukum ini diambil terkait dengan penyebaran hoaks dirinya soal polemik Ijazah Jokowi. Laporan terdaftar dengan nomor LP/B/135/IV/2026/SPKT/Bareskrim Polri.

Barang bukti berupa rekaman video yang berisi tuduhan terhadap dirinya juga sudah diserahkan bersamaan dengan laporan tersebut.

Terkait dengan alasannya, JK mengaku sangat terhina dengan tuduhan Rismon yang menyebut dirinya penyokong dana pengusutan ijazah Jokowi. Padahal ia adalah sosok yang pernah mendampingi Presiden ke-7 RI tersebut selama satu periode.

Selain itu, JK juga membantah pernyataan Rismon soal dirinya yang menyediakan uang Rp5 miliar kepada Roy Suryo Cs.

"Masa saya bayar orang Rp5 miliar untuk menyelidiki beliau. Itu tidak pantas dan tidak mungkin saya lakukan. Itu penghinaan dan merugikan martabat saya," kata JK.

Terkait pembelaan pihak Rismon soal AI. Menurutnya, Rismon hanya membantah keterlibatan langsung dalam pembuatan video namun tidak menyangkal isi pernyataannya terkait uang Rp5 miliar tersebut.

"Dia hanya mengatakan itu bukan dia yang melakukan, tapi tidak membantah isinya. Tidak membantah," kata JK.

JK menambahkan bahwa proses hukum mungkin bisa dipertimbangkan untuk tidak berlanjut jika sejak awal ada klarifikasi soal kebohongan isu pendanaan itu.

"Kalau dia membantah bahwa itu tidak benar, bahwa Pak JK kasih Rp 5 miliar, kasih uang, mungkin ada manfaatnya. Tapi kalau mengatakan itu AI, itu tidak ada artinya untuk saya," jelasnya.

Sementara itu, Roy Suryo mendukung langkah hukum JK ini. Roy pun meminta polisi tetap mengusut siapa pembuat konten tersebut meski menggunakan teknologi AI.

"AI pasti ada yang membuatnya. Sekarang siapa yang membuatnya? Tidak mungkin setan tidak mungkin tuyul," tegas Roy, Kamis (9/4).

(fam/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Asia Sport| Info Olahraga | Daily News | |